Waspadai Tahi Lalat yang Membahayakan!

Pada kondisi tertentu, kehadiran tahi lalat justru bisa membahayakan. Kondisi seperti apa dan bagaimana cara menghilangkannya? Yuk, kenali satu per satu.

Tahi lalat atau dalam istilah kedokteran disebut nevus pigmentosis, jelas dr Reza Y Purwoko SpKK, pada dasarnya adalah sel-sel penghasil pigmen (melanosit) yang menumpuk dan membentuk warna kulit.

Dilihat dari bentuk, warna, dan letak tumbuhnya, tahi lalat bisa dibedakan menjadi empat tipe, yaitu:

1. Tipe Junctional

Adalah tahi lalat yang berwarna cokelat, tumbuh mendatar atau sedikit timbul di permukaan kulit.

2. Tipe Compound

Adalah tahi lalat yang sedikit menimbul di permukaan kulit, warnanya bervariasi, mulai terang hingga cokelat tua, dan memiliki sel pembentuk pigmen (melanosit) di lapisan atas (epidermis) ataupun lapian bawah kulit (dermis).

3. Tipe Dermal

Adalah tahi lalat yang terletak di lapisan bawah kulit (dermis) yang warnanya bervariasi dari warna kulit hingga cokelat tua, menonjol di permukaan kulit, biasanya terdapat di tubuh bagian atas (badan, lengan, leher dan kepala), dan rambut.

4. Tipe Sebaseous

Adalah tahi lalat yang terbentuk dari aktivitas kelenjar minyak kulit yang berlebihan. Biasanya berwarna kuning dan teksturnya kasar.

5. Tipe Biru

Adalah tahi lalat yang sedikit menonjol, warnanya berasal dari pigmen di dalam kulit (biasanya biru) dan sering terdapat di kepala, leher dan lengan atas seorang wanita.

Tahi lalat yang tumbuh saat dewasa biasanya disebabkan oleh faktor-faktor, seperti usia, hormon, dan matahari. Untuk mendeteksi apakah tahi lalat yang dimiliki berubah menjadi ganas atau tidak, Reza menyarankan untuk selalu memantaunya.

Berikut ini cara terbaik yang bisa dilakukan untuk deteksi dini perubahan tahi lalat menjadi ganas:

1. Perhatikan Ukuran dan Bentuk

Untuk mengetahui tahi lalat yang awalnya jinak berubah menjadi ganas, biasanya dokter spesialis kulit menggunakan rumus ABCDE, yaitu:

– A: Asimetris, artinya pinggirannya tidak rata atau compang-camping.

– B: Borderline, artinya batasnya tidak tegas. Tahi lalat yang jinak biasanya tegas berwarna hitam. Sedang tahi lalat yang ganas batasnya tidak tegas, ada yang berwarna hitam, dan cokelat.

– C: Colour, artinya warnanya bermacam-macam, ada yang biru, hitam, dan cokelat. Sedang tahi lalat jinak warnanya hanya satu, yaitu hitam.

– D: Diameter, artinya ukuran diameternya mendadak jadi besar hanya dalam waktu beberapa tahun.

– E: Efalasi, artinya tahi lalat bertambah tinggi atau menonjol dalam waktu beberapa tahun.

2. Perhatikan Ketebalan

Tahi lalat jinak cenderung pipih atau berbentuk kubah. Karena itu, waspadai bila tahi lalat sebagian datar dan sebagian menonjol. Orang sering menyebut tahi lalat hidup.

3. Tekstur

Tahi lalat bersisik, kulitnya mengelupas, mengeluarkan cairan atau ada perdarahan ringan, dapat menjadi tanda melanoma. Demikian pula bila ada daerah yang berwarna karena terjadi pengerasan atau pelunakan.

4. Sensasi

Pertumbuhan tahi lalat tergolong normal bila membesar seperti benjolan kecil. Apalagi, kebanyakan tahi lalat memang membesar seiring bertambahnya usia. Tahi lalat yang memiliki bulu pun sebenarnya tidak berbahaya. Tapi, bila tahi lalat menjadi gatal dan sakit, segera memeriksakan ke dokter kulit.

5. Perhatikan Kulit di Sekitarnya

Perhatikan kulit adanya pembengkakan, kemerahan atau perubahan warna lainnya yang menyebar ke kulit di sekitar daerah yang berpigmen.

You May Also Like