Gejala Awal Penyakit Virus Corona yang Wajib Diketahui

Gejala Awal Penyakit Virus Corona yang Wajib Diketahui

Pandemi virus corona yang menyebabkan penyakit virus corona atau COVID-19 sedang mewabah di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Angka kasusnya masih mengalami kenaikan, walaupun tidak sedikit juga pasien yang sudah terjangkit mendapatkan kesembuhan.

Maka dari itu, penting bagi kamu untuk mendapatkan informasi dan edukasi mengenai virus yang pertama kali dilaporkan muncul di Wuhan, Tiongkok pada akhir tahun lalu.

 

Salah satu informasi yang wajib diketahui adalah mengenai gejala awal dari penyakit virus corona. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebutkan, secara umum gejala penyakit ini meliputi: demam, batuk, sesak napas, hingga nyeri di dada.

Mengutip dari sebuah berita yang ditayangkan oleh Business Insider, telah dilakukan sebuah studi terhadap hampir 140 pasien di Rumah Sakit Zhongnam, Wuhan.

Studi tersebut mengidentidikasi pola khas dari gejala COVID-19. Sekitar 99% pasien yang terjangkit virus tersebut memiliki suhu tubuh yang tinggi.

Sementara, lebih dari 50% juga mengalami kelelahan dan batuk kering. Selain itu, terdapat pula pasien yang mengalami nyeri otot dan kesulitan bernapas.

 

Center for Disease Control and Prevention (CDC) Tiongkok juga memaparkan jika sekitar 80% kasus penyakit virus corona menimbulkan gejala ringan. Hanya sekitar 15% pasien yang mengalami kondisi parah dan 5% lainnya mengalami kondisi kritis.

Secara umum, berikut gejala awal penyakit virus corona dari hari ke hari yang berkembang pada pasien:

Pada hari pertama, pasien akan mengalami demam dan mungkin juga mengalami rasa lelah, nyeri otot, dan batuk kering. Ada sebagian kecil pasien juga mengalami diare atau mual.

Pada hari kelima, pasien kemungkinan akan mengalami kesulitan bernapas. Gejala ini umumnya terjadi pada pasien dengan usia lanjut atau mereka yang memiliki penyakit penyerta lainnya.

Pada hari ketujuh, rata-rata pasien akan mulai melaporkan penyakitnya dan pergi untuk mendapatkan perawatan ke rumah sakit.

Pada hari kedelapan, pasien dengan kasus parah akan mengalami sindrom gangguan pernapasan akut. Kondisi ini terjadi ketika cairan sudah memenuhi paru-paru. Biasanya kondisi ini sering kali berakibat fatal bagi keselamatan pasien.

Pada hari kesepuluh, ketika gejala pasien memburuk, umumnya rumah sakit akan menyarankan pasien untuk menjalani perawatan di ruang ICU. Pasien yang gejalanya memburuk ini mungkin juga akan mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan. Pada rentang waktu ini, ada sebagian kecil pasien yang meninggal, yakni sekitar 2%.

Pada hari ketujuh belas, pasien yang sudah menjalani perawatan biasanya kondisinya akan membaik dan berangsur-angsur sembuh. Pasien bisa keluar dari rumah sakit setelah 2,5 minggu berada dalam perawatan.

Namun perlu diwaspadai jika gejala-gejala awal tersebut mungkin tidak akan datang tepat setelah seseorang terjangkit virus corona.

Mengutip dari CNN Indonesia, seorang ahli epidemiologi dari University of Texas, Lauren Ancel Meyers, mengatakan bahwa umumnya pasien akan menunjukkan gejala setelah lima hari sejak terinfeksi.

Hal ini diperkuat oleh studi lainnya yang dipublikasikan pada jurnal Annals of Internal Medicine pada 9 Maret 2020 lalu menemukan, gejala COVID-19 umumnya membutuhkan waktu selama lima hari setelah terinfeksi.

Jika kamu ada yang mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas, sebaiknya kamu segera mendatangi rumah sakit yang sudah dirujuk oleh pemerintah untuk menangani wabah penyakit virus corona.

Hingga saat ini, terdapat lebih dari ribuan rumah sakit rujukan yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menangani kasus COVID-19. Daftarnya bisa kamu lihat di laman situs resmi Kementerian Kesehatan ya.

You May Also Like